Pasangan mana yang bahagia bila melihat hasil kehamilan POSITIF? begitupun dengan saya dan suami, yang mana kita sudah menunggu tangisan bayi ada di rumah kami. Kita cuma berencana,tapi Tuhan yang menentukan…..
20 Januari 2011….
Pagi-pagi setelah sholat shubuh, mas mengantar ke Prodia untuk tes kehamilan. yang mana hari itu hari ke 36 aku telat mens. setelah ambil sample urine, petugas prodia bilang hasilnya bisa di ambil atau di telpon setelah 3 jam.
Tiba jam istirahat kantor, saya langsung bergegas ke prodia denpasar yang jaraknya kira 30 menit klo di tempuh perjalanan naik sepeda motor. Begitu hasil di tangan, nggak berani langsung buka (serasa hati berdebar-sebar utk melihat isi nya). dengan komat-kamit, akhirnya saya buka…alhamdulillah hasilnya POSITIF.
21 Januari 2011…
Kami mengunjungi dokter langganan kami, dokter langsung melakukan USG trans-V untuk memastikan kehamilan saya. dan hasilnya cukup sedikit pesimis, masih belum nampak mbak…..*whew* di suruh balik seminggu lagi.
28 Januari 2011….
Atas rekomendasi dokter kandungan dari tempat kerja suami, akhirnya kita memutuskan untuk ganti dokter kandungan. dan sore itu di antar ibu hamil lainya saya menunggu giliran. Nggak lama kemudian, suster memanggil nama saya. Dokter langsung melakukan USG perut (karena nggak punya USG trans-V)…dan hasilnya alhamdulillah, kantung janin sudah terbentuk 9cm. dokter menyarankan untuk balik lagi 3 minggu, untuk memastikan ada janinnya di dalam kantung janin.
17 Februari 2011…
Setelah lewat 2 hari dari jadwal, kami kembali untuk memeriksakan kehamilan. dokter melakukan usg perut dengan hasil bahwa janin sudah berukuran 1,1cm….tapi yang membuat kami berdua shock dengan perkataan dokter bahwa jantung janin belum terdeteksi
(…biasanya kalau umur kehamilan 7weeks dengan usg perut jantung sudah bisa di deteksi. dokter pun menyarankan untuk balik lagi 2 minggu. aku langsung lemas mendengar pernyataan itu. airmata pun sudah nggak kuat utk tidak keluar
.
Alhamdulillah berkat dorongan semua keluarga dan teman, kami berdua jadi optimis siapa tau di kunjungan 2 minggu nanti jantung sudah terdeteksi.
26 Feb 2011….
Seperti biasa, sejak di ketahui hamil…kalau libur kerja saya tidak ke mana-mana dan mengurangi aktifitas di luar rumah. kerjaan cuma makan dan tidur setelah berberes rumah. siang itu sekitar jam 11 an saya mandi, pas selesai mandi, keluar lendir pink setitik. Dengan kecemasan tapi tetap berpikir positif kalau itu spotting yang lumrah di trisemester pertama kehamilan, saya langsung menuju kamar utk bedrest. kira-kira bisa terlelap 1,5 jam an saya ke kamar mandi lagi dan ternyata keluar lagi. akhirnya saya ke rumah kakak, yang kebetulan nggak jauh dari tempat tinggal saya.
Begitu sampai di rumah kakak, langsung saya ceritain kalau saya keluar spotting. tak lama saya ngobrol, saya merasa ada yang keluar lagi dari miss V. ternyata benar…..keluar darah bening berwarna pink. Saya langsung di bawa ke RS Bersalin terdekat yang mana dokter kandungan saya praktek di RSB itu. Di tengah perjalanan, sambil mengelus-elus perut saya bilang : mama ikhlas dear, kalau memang kamu belum menjadi jodoh kami. begitu sampai di UGD, sama susternya malah di tolak dan bilang kalau dokter nya hari sabtu nggak praktek jadi nggak bisa nerima. kalau mau bayar fee dokter per telepon. kakak ku langsung emosi, di bilang suster tega lihat adik saya keadaan sudah keluar flek. akhirnya kita di perbolehkan masuk di ruang pemeriksaan. Dan ternyata, cuma di data dan di tensi darah aja! terdengar di balik kelambu, salah satu suster lagi bercakap-cakap dengan dokter kandungan saya lewat telepon. begitu terdengar meletakan gagang telepon, suster langsung menghampiri saya dan bilang saya boleh pulang dan di suruh bed rest di rumah. Ya ampun, rumah sakit sebesar itu kok cuma segitu aja pelayanannya. akhirnya saya dan kakak memutuskan untuk langsung ke dokter di mana saya periksa di awal kehamilan.
Begitu sampai di ruang tunggu, suster langsung menyerahkan kartu saya ke ruang dokter. biar langsung di panggil. setelah nunggu konsultasi pasien yang msh ada di ruang dokter, akhirnya giliran saya pun tiba. Langsung di usg V, dan dokter bilang kalau janin saya tidak bisa di teruskan karena mengalami kelainan kromosom
((….janin sudah tidak bisa menyerap makanan yang aku makan, dan ketuban jg udah menipis. dokter memberi 2 alternatif utk mengeluarkan janinku: dengan obat atau kuret. Kalau pakai obat tidak menjamin rahim akan bersih. Akhirnya saya di kasih rujukan untuk kuret pada hari minggu jam 1 siang , dah harus puasa sejak jam 6 pagi. dan saya berusaha tegar dan keep smile di depan dokternya. begitu jabat tangan dan keluar dari ruangan. langsung air mata nggak bisa di tahan lagi. Selama perjalanan, nggak henti2 nya kakak2 saya memberikan motivasi. begitu nyampek rumah, di sambut pelukan suami dan saudara-saudara yang lain.
-Well, at least I have big family and beloved husband. who support me to face this live as always…….big hug.
tunggu lanjutanya ya di post berikutnya….



